Senin, 01 Maret 2021

#1 Jogja, Aku Kembali!

Kali ini aku kembali untuk jangka waktu yang tak bisa ditentukan. Dulu sering kali aku mengunjungi kota ini untuk istirahat sejenak, bertemu kawan lama, dan juga mampir sebentar untuk sekadar bernostalgia. Terlalu lama di Jakarta membuat aku semakin tak ingin meninggalkannya, semakin lama akan lebih sulit. Dan tak ada alasan untuk pindah ke kota lain atau tempat lain. Begitulah kiranya....

Akhir tahun 2020, aku sempat dilema. Rencana awal ingin kembali pulang ke kampung halaman, tapi ternyata banyak hal yang harus dipertimbangkan ulang. Alhasil, tidak jadi pulang dan menetap di Blora. Pilihan selanjutnya adalah merantau ke Labuan Bajo atau Bali. Sempat bertanya kepada kawan di Bali untuk ukuran kos-kosan dan biaya hidup, tapi entah mengapa belum mantap untuk pindah ke sana. Lalu, salah seorang kawan menawarkan untukku tinggal di rumahnya di Klaten. Sebenarnya sangat enak tinggal di sana, ada ibu dan saudaranya yang sudah aku kenal. Tapi lagi-lagi ada pertimbangan yang membuat aku berpikir ulang. Dan sebaiknya memang pergi ke lingkungan baru yang kita tak kenal siapa pun akan jauh lebih bebas menjadi apa yang kita mau. Ya, itu pilihan kuat yang aku pilih: Jogja!

Tak ada alasan apa pun mengapa memilih Jogja saat itu. Ya, hanya mengikuti kata hati saja. Awal tahun harus punya tempat baru, sesederhana itu. Tak ada rencana apa pun di sana, memikirkan besok akan seperti apa saja tak ada. Aku hanya mengikuti kata hati, pergi kemana kaki ingin melangkah. Itu saja! Untuk kelangsungan hidup, mari kita pikirkan nanti.

Kadang dalam melakukan sesuatu kita tak perlu ada alasan. Biarkan mengalir saja. Dan aku percaya jiwa survival kita akan hidup dengan sendirinya. Itu namanya kita mau tak mau harus memutar otak untuk segala hal ketidakpastian dalam hidup dan secara otomatis kita akan belajar untuk mempertahankan hidup. Ya mungkin masing-masing orang akan berbeda. Mungkin pula karena aku terbiasa dengan hal-hal yang random dan tak terikat, ikuti saja kata hati. Tapi sebagian orang mungkin harus direncanakan secara pasti untuk jalan hidupnya. Senyamannya saja, karena yang tahu tentang kapasitas kita adalah diri sendiri. Walaupun kadang aku random, tapi aku juga sering merencanakan hal-hal tertentu, tapi ya nggak saklek.... hehehe. Ada hal-hal yang perlu direncanakan matang, ada pula yang biarkan mengalir saja sesuai alurnya. :)

Awal-awal di Jogja membuat aku belajar banyak hal. Mulai dari bangun pagi, entah mengapa selalu bangun jam 4 pagi tanpa alarm, terus lanjut seringnya pergi ke sawah buat lihat ijo-ijoan sambil jalan-jalan nyari angin. Terus beli bahan sayur di warung deket kos plus sekalian nyari sarapan jajanan pasar dengan harga terjangkau. Lalu, aktivitas berlanjut nyapu, ngepel seluruh isi rumah, kebetulan aku kos di homestay dengan 3 kamar kosong, sedangkan aku tinggal sendirian, berasa rumah sendiri. :) Ternyata tinggal satu rumah sendiri itu menyenangkan dan yang pasti cocok buat aku yang introvert tingkat tinggi, suka cepat lelah kalau ketemu banyak orang. Dengan tinggal sendiri juga membuat aku senang menikmati waktu-waktu sendiri sebelum berkeluarga nantinya. Lebih mencintai diri sendirilah. Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengetahui lebih dalam diri sendiri. Bahkan ketika aku masak pun, aku masak sesuatu yang memang aku pengen, tak perlu memikirkan keinginan orang lain mau makan apa. Mungkin ini juga jadi breaktime buat aku untuk memikirkan diri sendiri setelah selama ini selalu memikirkan orang lain, bahkan lupa tentang diri sendiri.

Walaupun aku lebih suka menyendiri, tapi bukan berarti aku tak punya kenalan baru ya di Jogja. >.< Nah, sebenarnya pertemuan ini tuh random juga tapi aku yakin ini adalah alasan dari Tuhan kenapa aku dibuatkan jalur hidup untuk tinggal di Jogja. Ya, aku bertemu dengan Kak Rosa Dahlia, seseorang yang jiwanya sudah menyatu dengan Papua dan beberapa kenalan lain yang membuat aku semangat lagi untuk bermimpi lagi. Ya, seperti impian-impianku tentang Papua. Kapan-kapan akan aku ceritakan di tulisan selanjutnya ya.

Terus juga impian-impianku yang tak bisa kurealisasikan di Jakarta ternyata bisa terealisasi di Jogja. Seperti berkebun dan punya kucing. Keduanya gagal kurealisasikan saat kos di Jakarta. :) Dan ternyata kosan di Jogja lingkungannya mendukung. Aku menanam bunga dan cabe dan mereka tumbuh subur. Jadi agenda rutin untuk bercocok tanam di kosan. Hehe. Terus lagi pemilik kos mengizinkan aku memelihara kucing. Eh pas banget waktunya tepat, aku nemu kucing item punyanya warung sayur langganan dan malah ditawarin buat bawa pulang anak kucingnya itu. Ya sudah kubawa pulang dan kuberi nama Kuro-chan. Ini juga ceritanya nanti kutulis ya.... :)

Ya begitulah kehidupan baruku di Jogja. Kadang memang kita harus menemukan tempat yang cocok untuk kita menemukan jalan meraih mimpi-mimpi kita. Bermimpi saja dulu, jika gagal bangkit lagi... gagal bangkit lagi... begitu terus sampai Tuhan bosan karena kita tak juga menyerah.... Mari memupuk mimpi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar