Hari ini Pasar Senin Legi di sekolah. Sa memilih untuk berjualan lagi. Kali ini sa berjualan cukup laris "es teh buah". Semua bahan dan persiapan sudah oke, tapi tetep aja ada yang tertinggal. Yups, madunya tertinggal di meja dapur. Alhasil sa beli gula pasir untuk pemanis.
Lumayanlah hasilnya untuk memeriahkan Pasar Senin Legi. Walaupun jenis makanan yang dijual kurang beragam karena ternyata banyak yang jual es buah dan buah-buahan. :) Karena temanya warna-warni alami mungkin ya jadi semua jual buah dan jelly. >.< Lain kali sepertinya harus putar otak lagi buat nyari ide yang lebih menarik untuk jualan.
Kali ini sa dibantu sama Bu Wo. Lalu anak-anak antusias juga membantu. Pagi-pagi datang sudah disambut anak-anak dengan pertanyaan "Mbak, jualan apa?" Terus beberapa anak bantu bawa barang bawaan. Yo bantu buat tempelan harga dibantu sama Ken. Aby bantu ambilkan gelas kelas untuk jualan. Yo juga bantu jualan ambilkan es dan buah. Bu Wo jadi kasir. Semua senang. Walaupun pulang-pulang rasanya lelah banget. Tapi happy!
Nah, ada kejadian tidak sesuai rencana kali ini. Pagi tadi Bu Er izin tidak masuk sekolah dan memang jadwal Mas And off hari Senin. Alhasil sa cukup kuwalahan. Setelah selesai pasaran, sa baru ingat kelas ada makan siang. Ternyata belum masak nasi. :) Anak-anak yang piket lupa masak nasi. Akhirnya dibantu Titi masak nasi. Sa bilang ke Titi masak nasi 6 cup saja karena 3 orang tidak masuk. Dan ok, nasi dimasak. Waktu sa tanya di kelas siapa yang bawa makan siang, ternyata Aro. Dan... dia lupa bilang kalau makan siangnya mau ke warung Ken. Lah, nasi sudah dimasak. Sedangkan menu makan siang di warung Ken ada bakso, mie ayam, ayam pokpok.
Diskusilah kami mencari solusi bagaimana cara menghabiskan nasi yang terlanjur dimasak. Gen mengusulkan kalau masing-masing membawa nasi pulang. Namun, cara tersebut belum diterima karena wadah bekal anak-anak masih penuh snack. Ada lagi yang mengusulkan untuk menanyakan kelas lain yang membutuhkan. Terulah, beberapa perwakilan tanya satu-satu ke kelas 1-6. Alhasil hasilnya tidak ada yang membutuhkan nasi. Info yang didapat karena masing-masing kelas ada yang tidak ada jadwal makan siang, jadi tidak membutuhkan nasi. Kelas 2 mengatakan kalau kami menginfokan terlambat 10 menit. Andaikan 10 menit itu kami sudah menginfokan, mungkin nasi tersebut bisa untuk kelas 2. Jadilah kami mencari ide lain. Yups, makan bakso sama nasi, makan mie ayam sama nasi (buat yang mau aja). Sisanya bagaimana? Muncullah ide dibawa pulang fasi terus dibawa lagi besoknya dibuat onigiri. Deal, sa yang akan membuat isian ayam, dicetak di sekolah bersama-sama.
Jalanlah kami ke warung Ken dan memesan makanan. Sa beli bakso tanpa mie agar bisa makan nasi juga. Itung-itung mengurangi nasi yang sudah dimasak. Yo juga nambah nasi. Tar juga nambah nasi. Ab pun juga ikutan makan nasi. Aby juga ikut makan nasi. Lalu, kami diskusi nasi yang masih ada besok dibuat onigiri di sekolah. Pembagian alat sudah disetujui. Tiba-tiba ada telepon dari kelas 2, mereka kekurangan nasi. Dan nasi kelas pun akhirnya untuk kelas 2. Alhamdulillah. Batal deh kami membuat onigiri. Jadi akan kami tunda untuk kegiatan kelas berikutnya. Problem solved!
Sa pulang dengan lebih lelah, namun harus kerja tambahan sampai jam setengah 9 malam. Permasalahan Hasse Diagram pun terselesaikan tepat waktu. Tapi masih ada PR untuk belajar lagi tentang Diagram Transisi DFA. Sa masih perlu waktu untuk memahaminya.
Hari sudah mulai sibuk. Jadi cukup hectic untuk urusan diri sendiri. Mari fokus ke diri sendiri dan membangun relasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar