Selasa, 04 November 2014

Sebuah Pelajaran...

Hari ini pulang kerja, ada meeting. Aku sengaja jalan kaki dari tempat kerja menuju tempat meeting. Di tas hanya ada uang empat ribu rupiah dan itu pun buat jaga-jaga pulang. Gajian bulan ni cukup terlambat, jadi aku harus menghemat. Selain itu, aku suka jalan kaki.

Aku jalan dari Mayestik ke arah Blok M. Tak begitu jauh sebab aku sering lewat sana kalau ulang malam dari tempat kerja. Ya, aku nikmati saja.

Meeting sampai malam jam setengah 11. Aku pulang terakhir karena mash cek perlengkapan tiket. Lalu, aku memutuskan untuk jalan kaki menuju Pancoran. Aku tak berani naik taksi atau ojek. Di tas benar-benar tak ada uang selain uang empat ribu itu Hati berharap uang gajia bula ini segera cair. Aku coba cek ATM yang sengaja kucari sepanjang jalan. Alhamdulilah, uang sudah ada. Aku segera bayar kos yang sudah ditagih ibu kos. Aku sudah janji bayar setelah gajian, tapi gajian diundur. Aku pun mencoba nego dengan ibu kos lagi. Untung ibu kos baik. Lalu aku pun ambil beberapa untuk transport dan kebutuhan lainnya. Aku melanjutkan perjalanan sampai Mampang.

Berhubung hari sudah malam, aku pun memutuskan untuk naik taksi saja. Perjalanan berlanjut naik taksi sampai di depan kos an. Kusodorkan uang seratus ribu untuk bayar tarif taksi, tapi tak ada kembalian. akhirnya aku memutuskan untuk mencari warung, untungnya ada warung 24 jam. Aku pun membei 2 botol nii greentea. Kuberkan satu botol untuk bapak taksinya. Akhirnya bapak taksi itu berterima kasih, walau awalnya berusaha menolak pemberian itu. Aku mencoba memastikan itu untuk bapaknya saja sambil beri uang taksi dua puluh ribu. Aku pun melanjutkan perjalanan pulang sambil jalan kaki. Di depan gerbang kos an yang tak jauh dari warung, taksi yang aku naiki tadi lewat dan spir taksi itu melambaikan tangan. Aku pun membalasnya. Aku masuk ke rumah.

Salah satu tetangga kos an aku ternyata beum tidur. Kami bertegur sapa sebentar, lalu aku masuk kamar. Baru naruh tas, tiba-tiba tetangga kos aku memanggil aku. Kubuka pintu kamar dan dia menyodorkan biskuit 1 toples kecil untukku. Entahlah, aku merasa tak ada yang kebetulan. Semua berjalan sesuai kehendak-Nya. Ini adalah jawaban Tuhan tentang plihanku dan isi hatiku. Tuhan tak pernah salah. Aku percaya, kasih sayang Tuhan selalu ada untuk kita.

Ini adalah hukum aksi-reaksi. Kita melakukan suatu hal, lalu lingkungan sekitar merespon. Kata hati memang benar apa adanya....

:)
Terima kasih ya Allah. Bimbinglah hamba selalu di jalan-Mu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar