#JUSTWRITE
My Dreams in My Life #JustWrite
Senin, 19 Januari 2026
Senin, 19 Januari 2026
Jumat, 26 Desember 2025
Sadar "Ada Hal yang Perlu Dibenahi"
Hi, lama tak menulis di sini. Hari ini terketuk hati sa untuk menulis lagi. Mungkin akan sedikit membingungkan kata-katanya karena sudah lama tidak menulis lagi.
Jadi ceritanya, mulai tanggal 20 Desember 2025, sa mengurangi penggunaan WhatsApp. Bukan kenapa-kenapa, hanya butuh 'me time' tanpa mikir kerjaan. Jadi selama liburan itu, sa bener-bener gak buka WA group atau WA chat dari teman-teman di sekolah. Sa hanya menghubungi 2 orang saja, Fitri dan Nafis. Selain itu gak buka WA, kalau ada yang urgent baru membalas. Memang sudah niat dari awal liburan, mau mengurangi interaksi dengan banyak orang.
Beberapa hari yang lalu, teman kerja WA, namun tak sa balas. Terakhir kali sa dapat WA, tawaran kerjaan, tapi sa tunda. Ada ortu yang WA, sa balas, tapi dengan jeda. Sebenarnya, sa tahu, ini kurang baik, apalagi menghilang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Lalu, teman kerja WA lagi, dan kali ini meminta bantuan teman-teman lain untuk menghubungi sa. Lagi-lagi sa tak jawab telepon maupun jawab pesan. Walaupun sebenarnya, sa ingin sekali balas dan bilang kalau sa butuh waktu sendiri, namun sa urungkan. Sa bilang ke Fitri kalau sa sedang mengurangi interaksi dengan rekan-rekan di sekolah maupun kerjaan. Namun, ternyata kehidupan sosial di Indonesia sangatlah kuat. Rekan kerja rasa saudara dan kadang apa-apa perlu diketahui lainnya. Sebenarnya, sa mencoba pasang boundaries. Ada beberapa hal yang tak bisa sa jelaskan begitu saja ke semua orang. Dalam hal ini, sa bisa dikatakan "cukup mampu" menangani hal ini.
Sa pikir, sampai di situ saja cukup. Ternyata tidak. Hari ini teman sa datang ke rumah dengan kekhawatirannya. Khawatir sa kenapa-kenapa. Khawatir sa tidak baik-baik saja. Awalnya, sa mau tak buka pintu, tapi tak tega. Sudah jauh-jauh ke rumah buat cek kondisi sa yang tak menjawab telepon maupun chat, ya masak tidak sa temui? :"( Lantas, sa buka pintu. Sontak kekhawatiran mereka pun hilang dan merasa lega. Dalam otak sa berkecamuk, kenapa mereka datang dengan kekhawatiran seperti ini? Perasaan macam apa ini? Sa mencoba memproses.
Bu Er cerita kalau dulu pernah diceritain, salah satu teman. Ada teman dari temannya yang tidak ada kabar. Kondisinya mungkin mirip saya, tinggal seorang diri, merantau. Namun, tidak ada yang tahu kalau ternyata sudah meninggal beberapa hari di kontrakannya tanpa ada seorang pun yang tahu. Sampai akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal. Mungkin, Bu Er tidak mengalami secara langsung, tapi pengalaman tersebut membuatnya khawatir ketika ada temannya yang tidak seperti biasa tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, menghilang....
Sampai cerita tersebut diceritakan, sa mencoba mencerna dan berpikir. Sa sudah salah dan membuat beberapa orang khawatir. Sa sadar dan mencoba belajar kembali tentang perasaan aneh yang muncul selama proses ini.
Sa bercerita ke kawan tentang kejadian ini. Ada satu benang merah yang bisa sa gali dan sa sambungkan. Sa sadari perasaan kesal, sedih, senang, aneh yang muncul satu per satu. Kenapa sa sedih? Kesal karena merasa liburan sa terganggu. Tapi di sisi lain ada orang-orang yang khawatir di balik itu semua. Mungkin beda lagi ketika sa dari awal memberitahu kalau selama liburan sa tidak pegang HP, mungkin mereka akan lebih berlapang. Sa merasa sedih, senang dan aneh bercampur jadi satu. Perasaan campur aduk ini muncul karena merasa ada yang perhatian dan ada yang khawatir dengan sa. Terasa asing. Rasa yang sulit sa deteksi. Seharusnya sa bahagia ya karena ada yang peduli, tapi di sisi lain sa merasa perlakuan ini 'too much' dalam pertemanan. Tapi, setelah sa gali lebih dalam muncullah statement dari diri sa "aneh karena tidak familiar dengan perlakuan dicintai". Ternyata sa perlu belajar satu hal "perasaan dicintai, dipedulikan".
Setelah sa telusuri jauh ke masa lalu, pola asuh seperti apa yang membuat sa terasa asing seperti ini? Sepertinya karena dari kecil sebagai anak pertama, sa selalu dididik dengan berbagai macam tuntutan: harus mandiri, harus menjadi contoh adik-adik, harus apa-apa bisa sendiri, harus berbagi ke orang lain, harus memberi dan membagi cinta ke orang lain. Dan tidak diajari untuk menerima cinta dari orang lain atau perasaan dicintai itu sendiri. Selama ini, sa hidup dalam perasaan harus mencintai daripada dicintai. Merasa berhasil mengambil kontrol dari sesuatu tindakan. Mungkin juga takut ditinggalkan maupun tidak diterima. Sehingga sejauh ini, sa lebih familiar dengan perasaan mencintai daripada dicintai.
Dari kejadian ini, sa perlu belajar untuk tidak harus selalu memberi, tetapi "menerima" pun juga tidak apa-apa. Belajar menerima cinta dan dicintai orang lain. Belajar untuk menerima tanpa ada tuntutan untuk mengembalikan.
Afirmasi yang perlu sa ulangi seperti kata Bunda Shada:
"Aku layak menerima bantuan dengan hati terbuka. Aku terhubung dengan jiwa-jiwa baik yang melindungiku. Aku berjalan menuju masa depan yang stabil, kuat, penuh berkah, bahagia, dan berkelimpakan. Aku layak dicintai dan menerima cinta yang membahagiakan."
Minggu, 05 Januari 2025
#5 Buat Komitmen
Hari ini saya masak sayur sawi dan ikan cakalang. Tidak banyak yang saya lakukan hari ini. Hanya bersih-bersih rumah, nyuci baju, dan jemur bantal. Hari ini ada Mbk S dari grup pola makan sehat tiba-tiba chat saya tanya tips agar BB turun. Saya jawab ikuti tips yang diberikan coach. Ya memang begitu.
Hari ini saya berkomitmen untuk mengatur kembali keuangan. Beberapa hal perlu diubah. Menenangkan diri untuk tetap fokus pada kebahagiaan diri dan self love. Semangat ya kamu yang tengah belajar....
Sabtu, 04 Januari 2025
#4 Rutinitas Beberes Rumah
Hari ini masak sayur sop dan ayam suwir. Saya sudah terbiasa tidak sarapan dan makan siang jam 12, lanjut makan malam sebelum jam 6 malam. Setelah masak, lanjut nyapu dan ngepel rumah. Ditambah nyuci baju.
Rencana awal mau ke bengkel, tapi gak jadi. Sore jam 3, akhirnya ngajar K 1,5 jam terhenti karena wifi K yang error. Lalu, lanjut beres-beres rumah lagi sebentar. Makan malam tapi hanya makan sayur karena masih terasa kenyang. Saya lupa minum vitamin. 😅
Lanjut, beres-beres lagi. Seperti ini ya kehidupan IRT, beres-beres mulu kerjaannya. Terus siap-siap istirahat. Jam 9 malam pun udah mulai ngantuk. Istirahat....
Jumat, 03 Januari 2025
#3 Hidup Penuh Kesadaran
Hari ini saya ke sekolah setelah libur 2 minggu. Tidak banyak yang datang. Mungkin saya termasuk yang awal datangnya. Saya kira saya datang terlambat, ternyata acara belum dimulai.
Sempat saya ngobrol dengan Bu Umi dan bilang kalau saya tadi di jalan buru-buru tapi saya sadar kalau saya buru-buru juga tidak mengubah banyak hal. Saya teringat kata-kata Mbak Raras. Pernah saya cerita suatu pagi saya buru-buru ke sekolah. Naik motor dengan ugal-ugalan. Lantas, Mbak Raras tanya, "Emang kenapa buru-buru?" Saya jawab, "Takut telat." Lalu Mbak Raras menimpali lagi, "Kalau telat memangnya kenapa?" Saya tidak bisa menjawab. Mbak Raras bilang, "Yang tenang... Hidup nggak perlu buru-buru." Sampai saat ini saya mengingat terus kata-kata itu. Saat saya merasa akan terlambat berangkat ke sekolah, saya langsung berbicara pada diri sendiri, "Ya, ini tadi saya memang bangun kesiangan dan lama melakukan ini itu, jadi besok lagi bangun lebih awal. Pelan-pelan saja di jalan, jangan grusa-grusu. Kalau terjadi sesuatu kan yang merasakan diri sendiri. Jadi tetap fokus di jalan dan jangan gegabah."
Saya jadi ingat, tiap kali di jalan terjadi sesuatu misalnya saja ada orang nyebrang tidak hati-hati, kalau dulu saya akan misuh. Tapi sekarang, saya melakukan hal lain yaitu lebih sadar dan berhati-hati di jalan, meyakini bahwa orang tersebut menjadi pengingat saya agar saya lebih berhati-hati lagi. Hal itu adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan saya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Begitulah percakapan saya dengan diri sendiri. Dan saya bersyukur telah diberikan selamat selama perjalanan.
Begitu pula dengan kata-kata Bu Umi kepada saya. Kalau buru-buru di jalan, ya itu jadi pengingat untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Berarti kalau besok-besok lagi datang lebih awal dan berangkat lebih awal. Semua fokus dan balik lagi ke diri sendiri, bukan untuk maupun karena orang lain. Begitulah nasihat Bu Umi hari ini.
Lalu, saat kegiatan dimulai, kami diskusi untuk game pagi hari pertama. Saya mengusulkan dance dengan gerakan yang mudah, lalu teman-teman sepakat. Dance itu saya cari dari youtube saat di kegiatan sebelumnya untuk backup partner kelas kalau sewaktu-waktu dia tidak masuk, sehingga saya sudah punya backup an kegiatan. Ternyata seru juga. Saya juga memberanikan diri untuk usulan beberapa kegiatan dan aktif dalam kegiatan contoh gerakan. Semoga di semester ini saya lebih aktif lagi ya....
Setelah kegiatan, saya makan bersama teman-teman yang datang. Menu yang disiapkan lebih banyak dari jumlah yang datang sehingga lebih banyak dan kami boleh membawa pulang. Saya ambil semangkok sayur asem dan sambel. Cukup itu saja. Karena di sana juga saya sudah makan nasi, sayur asem, ayam, ikan asin, sambal. Ditambah lagi saya sedang mengikuti program IF Mbak Raras mulai dari tahun baru kemarin. Jadi memang harus jaga pola makan. Kalau dulu semua hal saya makan, sekarang saya sudah pelan-pelan menjaga makan saya. Sebenarnya, sudah setahun ini sih saya mengatur pola makan. :) Hasilnya luar biasa, emosi dapat terkontrol, kalau dulu sukanya galau, sekarang lebih ke hidup dengan penuh kesadaran.
Sampai rumah, saya ngajar Krish. Selesai ngajar, beres-beres rumah. Hobi baru saya adalah menjaga rumah sehingga tetap bersih dan rapi. Momen yang saya tunggu adalah buka pintu saat Subuh. :) Lalu, saya juga rutin mengikuti afirmasi positif. Semoga tahun ini hidup lebih melimpah dan bahagia selalu. Aamiin....
Kamis, 02 Januari 2025
#2 Semua Indah Tepat Pada Waktunya....
Semua indah tepat pada waktunya....
Ya, benar sekali. Seperti setahun belakangan ini. Banyak hal yang membuat saya sadar dan belajar untuk memahami setiap hal yang terjadi. Di saat semester 4 master saya, sudah pasti ada keinginan lulus tepat waktu. Tepatnya Agustus tahun lalu, saya memutuskan untuk memperpanjang semester saya ke semester berikutnya. Ya, keputusan yang tak pernah saya sesali, tapi sebaliknya, saya merasa keputusan itu tepat. Begitu pula saat target yudisium September lagi-lagi keputusan saya menambah waktu lagi. Semua berjalan dengan lancar. Bahkan ada hal yang membuat saya bersyukur atas keputusan itu. Semua selesai dengan baik dan alhamdulillah lancar.
Di momen pendaftaran yudisium November, saya juga memutuskan lagi mengundurnya. Walaupun saat itu, sebenarnya sudah lengkap dan tinggal daftar yudisium dan wisuda November. Namun, ada beberapa pertimbangan yang membuat saya memutuskan itu. Dan keputusan saya wisuda tahun 2025 saja. 😊
Di bulan Desember 2024, saya pun memutuskan lagi ambil yudisium Desember. Saya bersyukur keputusan-keputusan yang telah saya buat, semua itu telah ditakdirkan untuk saya. Jadi hal yang terlintas di pikiran saya adalah, tetap melakukan yang terbaik dan menerima hal-hal yang terjadi. Saya belajar tentang acceptance. Dan tidak perlu disesali. Saya belajar untuk tidak mengulang takdir. Karena cara memutus takdir adalah dengan menghadapinya dengan cara berbeda. Pola yang sama akan berulang, jadi perlu pola baru. Saya masih belajar untuk beraksi dan mengurangi reaksi. 😊
Tanggal 2 Januari 2025, semua tepat pada waktunya. Saya bisa lulus S2 dengan baik. Alhamdulillah....
Begitu pula dengan hubungan dengan teman-teman, sudah membaik setelah saya memutuskan untuk pindah kos. Kami bertemu kembali dan makan bersama. Untuk sampai di fase ini tentunya banyak hal yang telah saya lalui dan belajar dari pengalaman. Saya belajar untuk diam dan beraksi, bukan seperti dulu yang bereaksi, galau, dan gak jelas alurnya. Dengan menghadapi masalahnya, bukan kabur menghindari. Itu salah satu hal yang saya pelajari dari konflik yang ada. Semua pasti berlalu....
Rabu, 01 Januari 2025
#1 Mari Mengawali
Selamat datang tahun 2025. Saya bersyukur atas kebahagiaan, keberlimpahan, dan kedamaian harmonis hari ini dan seterusnya.
Hari ini diawali dengan mendengarkan hal baik-baik. Salah satu lagu yang sering saya dengarkan adalah Mantra Uang dan Mantra Cinta oleh Aviwkila. Jadi ingat pesan Mbk Raras tentang berdoa saat bangun tidur dan sebelum tidur. Jadi rutinitas doa khusus pagi dan malam saya tambah. Lalu, afirmasi baik saya tambah.
Hal baik selalu menyertai hari ini dan seterusnya....
Agenda tahun baru, gak banyak. Hanya belanja sayur dan lauk, terus ngangetin soto semalam. Hari ini mulai IF jadi tambahan telur. Sedang mengurangi bumbu yang rasanya kuat. Lebih suka yang light soal rasa.
Tahun baru kali ini di rumah aja sambil beberes rumah. Oh iya, tempat tinggal yang sekarang jauh dari kota. Suasana banyak pohon jati. Saya senang bisa tinggal di sini. Anak-anak juga senang. Mereka bebas masuk hutan dan semak-semak. Tetangga juga jarang, jadi jarang berinteraksi. Paling teman anak-anak yang suka datang pagi, siang, sore, malam. Kadang Subuh mereka sudah manggil-manggil kalo gak ya masuk dari jendela. Minta makan. 😅 Tapi memang rezeki mereka atas kepindahanku. Ayam-ayam pun juga ikutan minta makan. Alhamdulillah bisa berbagi dengan semua makhluk.
Tahun baru ngapain? Tidur cepat 🤣 Iya beneran. Soalnya perlu tidur 8 jam dan perlu bagi waktu.
Sudah itu aja.... 😊
Kebahagiaan, keharmonisan, kedamaian, keberlimpahan menyertai seluruh makhluk.... 😊
Selasa, 31 Desember 2024
Terima Kasih
Terima kasih Tuhan untuk segala takdir yang telah Engkau berikan untukku di tahun 2024...
Terima kasih alam semesta telah membersamaiku di tahun 2024...
Terima kasih diriku, telah berusaha menjadi lebih baik dan mau belajar untuk hidup sehat, bahagia, damai, berkelimpahan, dan harmonis...
Kadang lucu ya hidup ini. Semua tepat pada waktunya. Alam semesta memang tidak pernah tergesa-gesa dan semuanya berjalan sesuai jalannya. Seperti kata-kata Lao Tzu, "Alam tidak terburu-buru, namun semuanya tercapai."
Terima kasih Tuhan, aku bahagia...
Terima kasih atas keberlimpahan di tahun 2024 ini dan di tahun-tahun seterusnya...
Minggu, 12 Mei 2024
#44 Menaikkan Vibrasi Diri
Sabtu, 11 Mei 2024
#43 Tenang Seimbang, Datar Saja
Jumat, 10 Mei 2024
#42 Kuro Tak Pulang!
Kamis, 09 Mei 2024
#41 Happy Birthday!
Rabu, 08 Mei 2024
#40 Perpanjang Paspor di Jogja

terus akhirnya ya udah dipilih yang bagus, saya bilang ke bapaknya, pak foto yang cantik ya pak... Bapaknya ketawa
sambil nyodorin tisu karena melihat dahi saya yang penuh keringat karena abis naik eskalator yang mati karena mall belum buka tadi pagi. Ternyata ketawa itu nular ya... 


Selasa, 07 Mei 2024
#39 Keputusan dan Keikhlasan
Senin, 06 Mei 2024
#38 Panen sayur dari Teras
Minggu, 05 Mei 2024
#37 Jogja National Museum
Sabtu, 04 Mei 2024
#36 Netralkan Energi Tubuh
Jumat, 03 Mei 2024
#35 Jalan Semesta
Kamis, 02 Mei 2024
#34 Sesuatu Pasti Ada Tujuannya
Rabu, 01 Mei 2024
#33 Berbagi Makanan
Selasa, 30 April 2024
#32 Overthinking Kambuh
Hari ini saya ke sekolah seperti biasa. Sebelum ke sekolah saya selesaikan edit cerpen Jalu terlebih dahulu sampai lupa waktu dan skip cardio pagi. Ya, saya menjalani rutinitas seperti biasa, ke sekolah, lalu pulang. Sampai di kos, entah kenapa saya merasa lelah sekali dan ingin tidur tapi tidak bisa. Mood saya berubah dengan cepat dan benar-benar pikiran kemana-mana. Sepertinya overthinking kambuh!
Saya mencoba untuk tidur, tetap saja tidak bisa. Saya pun seharian tutup pintu kamar karena tidak ingin diganggu siapa pun. Lalu malamnya saya ngajar, lanjut tidur lagi dengan pikiran tidak tenang. Sampai tengah malam pun belum juga sembuh. Waduh! Bahaya!
Sekarang saya lebih menyadari emosi yang muncul seperti apa dan trigger-nya apa. Biasanya kalau sudah seperti itu, saya akan mencoba menemukan apa yang membuat emosi lalu menyadari perasaan dan emosi yang muncul. Kemudian, mengatur napas dan mengatur pikiran.
Bener-bener, proses ini kadang membuat saya geleng-geleng karena berefek sekali ke pikiran. Biasanya pagi saya cardio, lalu kalau skip cardio, ternyata efeknya ke overthinking yang kumat. Bisa begitu ya? Efeknya sungguh nyata lho! Harus rajin dan konsisten memang.... Semangattt untuk diri sendiri!
Senin, 29 April 2024
#31 Selaraskan Diri
Sepulang dari sekolah hari ini saya lanjut ke cafe Mas Danang, sudah ditunggu Mbak Raras. Ya, Mbak Raras adalah salah satu support system sekaligus guru saya. Saya belajar banyak tentang hidup dan bagaimana untuk kembali ke diri sendiri. Seperti hal-hal kecil misalnya, cara Mbak Raras mendengarkan cerita saat saya curhat, lalu cara Mbak Raras mengakhiri pembicaraan. Semua itu saya pelajari dari mengamati. Sekarang, saya lebih bisa menerima respon orang lain dan bagaimana cara orang lain bersikap. Ya, semua hal itu tidak bisa saya kontrol.
Saya jadi belajar kalau misal mau curhat ke teman, tak apa kok kalau teman itu sambil main HP, bukan karena dia tak peduli dengan cerita kita, tetapi itu salah satu bentuk dia tidak terpapar energi negatif dari cerita-cerita kita. Ya, dengan kita menceritakan kesedihan misalnya atau kekesalan misalnya, itu artinya kita memberi energi negatif ke orang lain. Terlebih kalau sedang curhat. Mbak Raras bilang, kalau saya mau curhat tentang hal-hal sedih, biarkan teman yang mendengarkan itu main HP atau tidak terlalu fokus pada cerita kita. Karena kalau dia bisa release energi negatif ya bagus, tapi kalau tidak bisa release ya kasihan. Jadi biarkan dia nggak terlalu fokus sama cerita kita. Toh, pada dasarnya kita hanya ingin didengar, kita curhat ngoceh banyak hal hanya ingin ditungguin saja, kalau sudah plong ya sudah.
Tapi memang benar sih, energi semesta itu sungguhlah besar. Dan saya sedang belajar menyelaraskan diri dengan alam semesta. Salah satunya kembali mencintai diri sendiri.
Pulang dari cafe, saya mengantar Mbak Raras pulang, lalu lanjut pulang ke kos. Sampai di kos, mampir belanja di ibu sayur, lalu masak untuk makan malam. Menu hari ini tumis jamur dan tumis toge. Memasak adalah salah satu healing saya. Masak lalu makan hasil masakan sendiri. :) Sungguh menyenangkan.... Mari selalu memperbaiki diri....
Minggu, 28 April 2024
#30 Kurangi Ekspektasi
Sabtu, 27 April 2024
#29 Jaga Menu Makan
Saya bermimpi bertemu seseorang di masa lalu yang belum sempat bertegur sapa lagi setelah sekiat tahun. Padahal dulu saya sempat dekat dan dia salah satu inspirasi saya untuk tetap melanjutkan kuliah. Namun, tugas dia telah selesai dalam hidup saya sepertinya. Dia telah mengantarkan saya untuk berpendidikan tinggi dan belajar untuk tidak menyerah. Saya pernah di fase sebahagia itu ketika bertemu dengannya, bahkan saat saya masih SMA. Kuliah pun, saya mengikuti jejaknya. Awalnya sih memang berjalan baik-baik saja, tapi ternyata memang ada ketidakcocokan di antara kami, itu yang kurasakan. Alhasil, ya sudah let it go! Dan di mimpi itu, sepertinya emosi yang saya pendam selama ini muncul dari alam bawah sadar. Saya ingat kalau saya meminta maaf ke dia karena saya cut off dia tanpa ada penjelasan. Ya, nggak papa sebenarnya. Tapi saya bersyukur, di mimpi itu mungkin bisa dikatakan saya release emosi yang telah lama saya pendam.
Saya cerita ke Mbak Raras. Efek mozzarella katanya. >.< Ya memang waktu kemarin ketemuan itu, saya pesan pizza vegetarian tapi kan tetap ada mozzarella. Hahaha. Sekuat itu kah efeknya? Haha. Memah harus seketat itu untuk sementara waktu demi masa depan cerah. Aamiin.
Lalu, hari ini saya kembali ke jalan yang benar. Saya masak tempe goreng, tumis pokcoy tahu, lalu makan pepaya lagi. Haha. Daun bawang mentah tidak lupa juga. Ternyata enak lho daun bawang mentah itu. Ketagihan kan....
Mari kembali ke jalan yang benar. Fokus kembali atur pola dan menu makan. Olahraga tiap pagi, belajar bahasa lagi. Fokus perbaiki diri dan tingkatkan kapasitas diri. belajar hal-hal baru dan bahagia selalu.
Saya bilang ke Fitri kalau sudah hampir 5 tahun saya tidak pakai bedak. Saya pun tanya foundation yang bagus apa yang gabung sama bedak gitu. Karena dulu dia pernah liatin bedak yang ada foundationnya, tapi saya lupa merk-nya. Tiba-tiba saja pengen beli. Mau mempercantik diri sendiri, bukan buat orang lain, tapi buat diri sendiri. Biar kalau lagi ngaca bisa se-happy itu lihat wajah sendiri dan semangat meniti hari.
Next mission adalah beli kebaya. Entah kenapa jadi seneng liat-liat kebaya lucu-lucu, motif cantik-cantik gitu. Yuk bisa yuk, bahagiain diri sendiri! You don't love me, its okay. I love me! Terus keinget Reels lewat tempo hari kalau orang lain tidak menyukaimu, tidak apa-apa, karena kamu mencintai dirimu sendiri dan itu sudah cukup! Mari berbahagia.... :D
Jumat, 26 April 2024
#28 Jalan Semesta
Hari ini ada acara Syawalan di sekolah. Saya berangkat jam sembilan pagi kurang. Hari ini keluarga besar Salam berkumpul di halaman sekolah. Saya membawa snack batagor yang beli di abang-abang gerobak di jalan menuju sekolah. Awalnya, saya kira itu adalah penjual gorengan, ternyata siomay dan batagor. :D Karena sudah terlanjur berhenti, saya belilah batagor. Saya bawa wadah sendiri, sambal dipisah, mas-mas yang jual juga ramah. Awalnya mau beli 10ribu, tapi kutambah lagi 5rb, jadi 15rb. Lalu, setelah selesai dibungkusin batagor, saya melanjutkan perjalanan.
Sampai di sekolah, halaman sudah banyak orang. Jiwa introvert saya memilih untuk masuk ke kelas, nyari yang sepi. Lalu diikuti teman-teman kelas 5, saya pun bertanya apakah kotak makan teman-teman sudah ditaruh di meja SD besar atau belum. Beberapa ada yang sudah, tapi sebagian besar belum. Saya pun mengajak mereka untuk memberi nama di kotak makan masing-masing. Saya potong kertas dan ambil lakban bening. Anak-anak menulis nama dan kelas masing-masing. Lalu, saya tanya lagi, "Apakah pada bawa snack?" Beberapa menjawab kalau snack dibawa ortu. Kemudian saya mengeluarkan batagor dari tas. Beberapa dari mereka pengen nyoba. Alhasil, batagornya kami makan bersama di kelas. :D Sampai habis. :D Alhamdulillah.
Setelah makan batagor, kami turun ke halaman dan nyari tempat duduk di halaman. Acara pun dimulai, Bu Er pun maju jadi MC dadakan karena gemes teman-teman yang lain tidak segera menempati tempat yang sudah disediakan. Hahaha. Saya mengkoordinir teman-teman kelas 5, alhamdulillah mereka masih aman untuk diajak kerja sama. :D
Tapi memang sih, karakter anak-anak kelas 5 ini rajin, ontime, teratur, dan saling mengingatkan kalau ada peristiwa. Jadi sebenarnya, saya yang belajar dari mereka.
Menu makan siangnya ada lontong, opor ayam dan telur, sayur krecek dan sayuran sama kerupuk. Saya berusaha komitmen tentang makanan yang saya konsumsi. Telur dan ayamnya saya kasihkan ke Sandhi, kreceknya pedes, jadi saya kasih ke Bu Er. Sampai Sandhi kenyang banget karena dapet tambahan lauk dari saya. Hahaha. Terima kasih ya Sandhi sudah mau bantu saya. Terus saya makan apa? Saya makan lontong, kuah sayur, sama kerupuk. :D
Ya awalnya sih mereka bertanya-tanya kenapa saya tidak makan daging dan protein hewani. Saya bilang, sedang diet protein hewani. Hahaha. Ya memang bener. Hahaha. Saya sedang mencoba makan non hewani dan turunannya untuk mengontrol emosi, pikiran dan energi tubuh. Ya, semoga konsisten ini membuahkan hasil lebih baik ya. Aamiin.
Pulang dari Salam, saya janjian sama Mbak Raras, mau nemenin Mbak Raras ketemu sama salah satu temennya. Saya ke rumah Mbak Raras jam 5 sore. Tetep ya, saya nyasar pas sudah sampai lokasi. Haha. Hanya beda gang sih tapi ya begitu, daya ingat saya lumayan buruk untuk mengingat lokasi atau maps. Ya, ngobrol-ngobrol bentar sama Mbak Raras, terus kami berangkat. Kami menuju Pizza Nanami yang ada di daerah Ngadipuran kalau nggak salah. Kami datang lebih awal dan memesan minuman terlebih dahulu. Masih nunggu Pungki dan Anees. Keduanya belum saya kenal sebelumnya.
Lalu, ada kejadian kocak. Ternyata Anees kuliah di kampus yang sama dengan saya. Hahaha hanya saja beda jurusan. :D Lalu, ternyata dia sedang main sama temennya di deket kos saya. :D Lha, kok kocak! Ternyata eh ternyata, beneran itu alamat kos temennya itu deket banget dengan kosan saya dan sering saya lewati. Ampun deh... Hahaha.... Jauh-jauh ke Ngadipuran ternyata ketemunya sama tetangga kosan. Hahaha. Sekocak itu hidup.
Setelah datang semua, kami kenalan. Ternyata itu juga hari pertama Mbak Raras ketemu sama Anees, tapi mereka sudah sering ngobrol lewat telpon. Dan ada hal yang menarik lagi yang menurut saya ternyata bener-bener ya kalau kita sinkronisasi energi dengan semesta, semesta itu akan menjawab apa yang kita inginkan. Beberapa hari yang lalu, saya berpikir dan ngebatin, ngelist teman-teman saya yang jurusan sains, tapi nggak inget. Rencana mau kuajak ke sekolah dan biar murid-muridku bisa belajar dari mereka. Kucari-cari kok gak nemu, nggak inget kalau ada Galih dan Vincent tapi kayaknya mereka sibuk. Hahaha. Terus, tahu apa yang terjadi di pertemuan itu? Anees ternyata jurusan biologi dan dia punya teman jurusan kimia juga. Dia menawarkan kalau saya perlu dikenalkan sama anak kimia, dia bisa bantu. Ahhh, alhamdulillah, masyaAllah ya....
Sekeren itu alam semesta ini membuat skenario baiknya. Dan pertemuan saya dengan Mbak Raras juga pasti ada alasannya. Semua yang datang ke hidup ini pasti punya alasan. Entah hanya sekadar kenal atau yang kenal dekat. Pasti ada rencana semesta yang sedang berjalan dan menjalankan misinya. Terima kasih Tuhan atas kasih dan sayang-Mu. Semoga semua makhluk berbahagia dan damai harmonis.... Aamiin. Salam kenal ya Pungki dan Anees! Thank you Mbak Raras!
Kamis, 25 April 2024
#27 Coba Menu Baru
Hari ini hari kedua saya makan sayur dan protein nabati tanpa protein hewani. Tahu apa yang kumasak hari ini? Yups, sate jamur tanpa tusuk. Kemarin sengaja beli jamur, tapi bingung mau dimasak apa. Teringat waktu vipassana ada salah satu menu sate jamur yang menurutku enak. Lalulah saya cari resepnya di cookpad. Sampai saat ini, cookpad masih menjadi website masak-masak andalan saya. Hahaha. Semua resep ada dan banyak pilihan. :)
Menu makan kali ini adalah nasi, sate jamur tanpa tusuk, selada, sama pepaya potong. Oh iya, saya biasanya itu tidak suka makan pepaya karena harus kupas dan menurut saya ribet. Kalau di rumah biasanya ibu saya selalu sedia pepaya di kulkas, tapi tak pernah saya sentuh karena kudu ngupas dulu sebelum makannya. Biasanya ibu yang akan mengupasnya lalu makan di depan saya dan membuat saya kepengen. Lalulah saya yang akan minta pepaya yang dimakan ibu itu. Dengan senangnya, ibu akan mengupas dan memotongkannya lagi. Ahh, kangen ibu! Al Fatehah. :D Love you ibu!
Nah, siang kemarin saya beli pepaya di ibu sayur. Pepayanya ditimbang dulu, nggak tah berapa kilo, tapi harganya Rp10.000. Pulang dari warung, saya biarkan tergeletak di meja belum saya sentuh. Hahaha. Masih mager kupas. Lalu keesokannya, hari ini saya baru kupas dan potong. Pas saya coba rasanya lha kok manis. Alhamdulillah. Enak banget. Lalu, saya makan beberapa potong, sisanya saya potong dan masukkan ke wadah dan taruh kulkas. :D
Terus, saya makan, tapi sebelum makan, biasa pamerin dulu menu kali ini ke Fitri. Hahaha. Nasi, selada, daun bawang mentah, sate jamur tanpa tusuk, lalu pepaya. So nyummy! Walaupun sate jamurnya kebanyakan ketumbar, jadi rasanya lumayan strong dan sebenarnya ganggu banget rasa ketumbarnya. Hahaha. Efek saya tak kira-kira masukin ketumbarnya dan ngulegnya kurang lembut. Nah, ginilah kalau masak, kadang butuh kira-kira dalam membuat bumbu. Memang keterampilan yang perlu diasah. Dan sampai saat ini saya masih bertanya-tanya kenapa kalau kita masak dengan hati gembira itu pasti makanannya enak. :))) Tapi kalau kita masak pakai hati yang nggak senang, pasti makanannya rasanya juga nggak jelas. :D Begitulah kira-kira edisi masak kali ini. Besok masak apa lagi ya? Hahaha....
Rabu, 24 April 2024
#26 Pergi Bukan Berarti Membenci
Selasa, 23 April 2024
#25 Revolver yang Kendor
Senin, 22 April 2024
#24 Hari Pertama Sekolah
Hari pertama masuk sekolah! Agenda hari ini adalah menyiapkan kelas. Ada alat-alat baru dari Ozan, ada peta dunia dan peta Indonesia, lalu ada mini lab dan mikroskop baru. Anak-anak sangat senang mendapatkan hal-hal baru itu. Terima kasih ya Ozan!
Kami makan bersama snack lebaran yang telah kami bawa, kalau Bu Er bilang, itu adalah THR (Turahan Hari Raya). Kami duduk melingkar sambil menikmati jajanan lebaran, Ada dodol, selondok, sale pisang, biskuit, puding, dan beberapa makanan lainnya. Saya membawa permen warna-warni dan permen jelly, anak-anak suka dan alhamdulillah habis juga akhirnya setelah beberapa hari nganggur di kosan. Semua senang, semua punya cerita, dan bahagia selalu.
Lalu, ada hal yang membuat saya kagum. Salah satu anak di kelas kami, sangat penasaran dengan mikroskop yang saya bawa itu. Dia mengutak-atik mikroskop yang dari kemarin-kemarin gagal saya operasikan. Saya kasih satu sampel lapisan bawang merah di kaca objeknya. Entah, detik ke berapa dia sangat excited menunjukkan ke saya kalau setting objeknya sudah benar. Saya langsung menghampirinya dan benar saja, untuk pertama kalinya objeknya terlihat. Ahhh, saya bangga sama ini anak. Dia berhasil! Lalu saya mengajak anak-anak yang lain untuk mengamati objek tadi bergantian. Mikroskop diputar ke seluruh anak di kelas. Lalu kami menyebutnya sebagai Professor Earth. :D Panggilan yang sangat cocok untuk anak ini. Saya pun tambah kagum dengan cara kerja dia. Anak yang istimewa. Dia sangat suka hal-hal yang detail seperti bongkar pasang dan hal-hal teknis. Saya salut dengannya!
Memang ya, di kelas ini saya bertemu dengan anak-anak yang sangat unik dan istimewa. Dan memang pada kenyataannya setiap anak adalah istimewa. Saya belajar banyak hal di sini. Ternyata sudah hampir satu tahun saya menjadi volunteer di tempat ajaib ini. Saya belum memutuskan apakah semester depan masih lanjut ataukah tidak. Saya belum menentukan pilihan dan belum ada rencana ke depan seperti apa. Satu hal yang saya harus selesaikan adalah thesis saya. Ayolah semangat untuk diriku! Kita bisa menyelesaikannya dengan tepat waktu! Ayo, bisa!
Saya bersyukur untuk diri saya saat ini. Saya bersyukur berada di lingkungan yang mendukung. Saya bersyukur dipertemukan orang-orang baik. Saya bersyukur untuk hidup saya saat ini. Terima kasih Tuhan atas kemudahan dan keberuntungan yang telah saya dapatkan saat ini. Mari bahagia!